Selasa, Desember 30, 2008

when GOD winks....

Apakah Anda pernah memikirkan seseorang yang tidak pernah terlintas di benak Anda selama bertahun-tahun lalu tiba-tiba bertemu dengannya? Apakah itu hanya benar-benar kebetulan?
Buku karangan Squire Rushnell ini berusaha menjelaskan bahwa peristiwa kebetulan itu adalah peneguhan dari Tuhan dan peristiwa kebetulan adalah cara-Nya untuk menekankan keberadaan-Nya dalam kehidupan kita sehari-hari. Rushnell menunjukkan kepada pembaca cara untuk menciptakan peristiwa kebetulan mereka sendiri dan bagaimana peristiwa kebetulan memainkan peranannya dalam semua sisi kehidupan sehari-hari.
Sebenarnya banyak peristiwa kebetulan dalam kehidupan kita, tapi kita hanya menganggapnya sebuah kebetulan belaka, tanpa tahu sebenarnya ada apa di balik kebetulan itu.
Kebetulan aku ga ketrima di SMA 2, dapet di SMA 5, disana aku dapet banyak hal, termasuk cinta pertama, he..he... Kebetulan aku masuk UNDIP bukan UGM. Ternyata dosen kuliahku saudara wali kelasku pas kelas 3 SMA. Bercerita tentang kebetulan yang lain, pada waktu KKN bulan Juli-Agustus aku dapet tempat di Kabupaten Kudus, tepatnya Kecamatan Jekulo Desa Pladen. Yang membuatnya jadi kebetulan adalah karena Desa Pladen itu tempat KKN senior kuliah sekaligus teman kost, di bulan Januari. Jadi aku seperti mendapat “bekas” tempat KKN dari senior. Males banget, pasti nanti akan dibanding-bandingin, tadinya aku anggap seperti itu. Memang bener sih, tapi kenyataannya ga sekejam itu kok...:p
Berkat seniorku yang sekaligus temen kostku itu, aku dapat banyak banget gambaran tentang keadaan desa, dari yang paling umum sampe yang kecil, yang ga bisa kita dapet dengan survey 2 hari. Walopun berbeda program tapi itu berguna banget buat kita....
Mulai sekarang buat temen-temen yang lain, cobalah berusaha mencerna makna di balik semua kebetulan yang terjadi di hidup kita, mungkin itu pertanda dari Tuhan, who knows.....:-)


Renungan :
Pengalaman bukan apa yang terjadi pada anda, melainkan apa yang anda lakukan atas apa yang terjadi pada anda (Aldous Huxley).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar